KARAWANG BICARA

Kamis, 30 April 2026

Lengkapi Surat - Surat Kendaraan Dan Peraturan Berkendara : LANTAS Polres Karawang Gelar Operasi KTMDU

KARWANG | Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama jajaran terkait mulai menggelar operasi gabungan KTMDU (Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang) pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan perdana dilaksanakan di kawasan Alun-Alun Karawang sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Operasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat persiapan yang digelar di Kantor Bapenda pada Selasa, 21 April 2026 lalu. Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pajak Bapenda, Ilham, dan membahas teknis pelaksanaan razia gabungan tahunan serta lima tahunan.

Fokus operasi menyasar kendaraan yang belum melakukan kewajiban daftar ulang, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Selain itu, penertiban juga akan diperluas ke perusahaan otobus (PO), angkutan barang seperti truk, serta kendaraan operasional milik sekolah yang menunggak pajak.

Pelaksanaan operasi tidak hanya dilakukan di satu titik. Setelah hari ini di Alun-Alun Karawang, kegiatan akan berlanjut pada Rabu, 29 April 2026 di kawasan Mercury, dan Kamis, 30 April 2026 di wilayah Kecamatan Klari.

Petugas gabungan dari Bapenda, Samsat, serta instansi terkait diterjunkan dalam kegiatan ini. Selain penindakan, operasi juga diharapkan menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.

Dengan adanya operasi ini, pemerintah daerah berharap tingkat kepatuhan wajib pajak meningkat serta potensi pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan dapat lebih optimal.(Jer) 

Warga Cikampek Di Duga Meninggal Ternyata Selamat Atas Kecelakan KRL Di Bekasi

KARAWANG | Kabar mengenai salah satu korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur yang sebelumnya disebut meninggal dunia, dikonfirmasi ulang dalam kondisi selamat. Korban diketahui merupakan warga Cikampek, Kabupaten Karawang.

Camat Cikampek, Adi Firmansyah, menyampaikan bahwa informasi awal yang beredar di grup orang tua murid menyebut korban meninggal dunia dan dibawa ke rumah sakit di Bekasi. Namun setelah dilakukan penelusuran langsung, kondisi korban dipastikan masih hidup.

"Setelah kami cek ulang, korban hanya mengalami luka ringan dan sudah pulang dari RS Mitra Bekasi sekitar pukul 03.00 WIB," ujarnya.

Menurut Adi, kabar awal tersebut sempat membuat keluarga korban panik. Bahkan, ayah korban mengaku memiliki firasat buruk sebelum akhirnya mendapatkan kepastian bahwa anaknya selamat.

Proses penelusuran dilakukan sejak pagi hari. Tim sempat mencari ke alamat yang disebutkan di RT 01 RW 13, namun tidak menemukan keluarga korban. Setelah dilakukan pengecekan ulang, alamat yang benar berada di RT 01 RW 15.

"Sekitar pukul 10.00 WIB kami bertemu langsung dengan orang tua korban dan memastikan kondisinya baik," kata dia.

Keluarga korban pun mengaku sangat bersyukur setelah mengetahui kondisi sebenarnya. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas klarifikasi yang dilakukan pihak kecamatan.

Seperti diketahui, kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan sejumlah korban luka dan meninggal dunia. Hingga kini, proses pendataan dan investigasi masih terus berlangsung.(Jer) 

TRUCK Hilang Kendali Hingga Terguling Dijalan Kawasan Industri Mitra Karawang

KARAWANG | Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Kawasan Industri Mitrakarawang (KIM), Kabupaten Karawang, pada Rabu sore (28/4/2026). Sebuah truk dilaporkan terguling dan menimpa sebuah mobil Daihatsu Gran Max yang melintas di jalur tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar sore hari. Berdasarkan keterangan sementara, truk diduga kehilangan kendali sebelum akhirnya terguling ke sisi jalan dan menimpa kendaraan di sebelahnya.

Akibat kejadian itu, mobil Gran Max mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan bodi samping akibat tertimpa muatan truk. Sejumlah saksi di lokasi menyebutkan benturan terjadi cukup keras hingga menarik perhatian pengguna jalan lainnya.

Petugas kepolisian dan tim evakuasi segera datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban dalam insiden tersebut.(Jer) 

Selasa, 28 April 2026

Ketua DPC Peradi Karawang Sorot Dugaan Pelayanan Buruk Bank BJB Cabang Karawang

karawangbicara.id | Keluhan terhadap pelayanan Bank BJB kembali mencuat di wilayah Karawang. Kali ini, seorang ahli waris nasabah, RE, mengaku mengalami kesulitan dalam proses meminta data dan informasi terkait pinjaman atas nama almarhum ayahnya ES di bank tersebut.

RE mengatakan, permintaan data rincian pinjaman—termasuk sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran—tidak mudah diakses.
Ia mengaku harus melalui proses berulang, permintaan tidak segera ditanggapi oleh pihak bank.

Ketua DPC Peradi Kabupaten Karawang, Asep Agustian, mengaku prihatin atas mencuatnya kasus dugaan pelayanan buruk yang dilakuka Bank BJB Cabang Karawang.
Menurut Asep, sebagai bank yang saham mayoritasnya dimiliki Pemprov Jabar, Pemprov Banten dan kabupaten/kota se-Jabar “Tanda Mata Untuk Negeri” yang mencerminkan komitmen Bank BJB untuk memberikan kontribusi terbaik, pelayanan prima dan nilai berkelanjutan kepada nasabah, masyarakat dan pemerintah di seluruh Indonesia.

“Slogan itu hebat, tapi saya pertanyakan, pelayanan primanya dimana? Ada juga bintang film Bary Prima. Tapi kan faktualnya kalau dari sumber berita sebelumnya ada keluhan dari ahli waris nasabah ketika meminta informasi data dan informasi atas pinjaman almarhum ayahnya, sulit didapatkan,” kata Askun (Asep Kuncir) kepada awak media, Senin (27/4/2026) sore.

Askun kembali mempertanyakan mengapa baru ketika ada permintaan klarifikasi dari awak media, pihak Bank BJB memberikan data informasi perjanjian kredit kepada RE.

“Apakah ketika sudah terendus oleh media maka pihak Bank BJB baru bereaksi, sama seperti kasus dahulu ada yang setor uang tengah malam atau dinihari ke Bank BJB. Jadi pelayanan primanya untuk siapa? Jadi kan sudah dipilah dan diskriminatif pelayanannya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Askun kemudian mendesak kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memeriksa Bank BJB, dengan slogan yang dimilikinya tetapi pada kenyataannya telah merugikan nasabah.

“Kalau dibiarkan seperti ini terus nanti lama - lama masyarakat menarik uang yang disimpannya di Bank BJB untuk dipindahkan ke bank lain karena pelayanannya sudah tidak prima, tidak punya komitmen sesuai slogan,” ucapnya.

Askun melanjutkan, apalagi ada dugaan pihak Bank BJB mau menjual aset almarhum ES tanpa kesepakatan atau persetujuan dari ahli waris, lalu dikaitkan kembali kabar kredit tanpa agunan tetapi almarhum ES dimintai jaminan agunan.

“Mereka berdalih pakai aturan, pertanyaannya aturan mana yang mereka pakai. Masyarakat mau bayar saja dipersulit setengah mati. Bank BJB ini maunya apa sih? Mau merugikan nasabah atau mau cari panggung atau sensasi. Wajar bila bila ada nasabah yang meminta bantuan kepada media,” tegasnya.

“Petinggi Bank BJB Cabang Karawang agar diperiksa oleh OJK, kenapa selalu ada permasalahan di bank tersebut. Saya bukan mau mengotori atas kejadian ini, karena kejadian ( buruk ) ini sudah dua kali dilakukan, dahalu soal terima setoran ( titipan ) di tengah malam, sekarang ada lagi kasus seperti ini, meminta sebatas data saja dipersulit. Data diberikan baru setelah ada permintaan audiensi dari media, jadi sudah salah kaprah,” sambungnya.

Kata Askun, bila OJK punya taring maka periksalah segera Bank BJB dan kepada para nasabah yang punya simpanan atau mau meminjam di bank tersebut untuk berpikir ulang dengan cermat.

“Kasus dialami nasabah almarhum ES harus dijadikan cermin,cerminnya bukan cermin bagus tapi cermin tidak bagus,” ungkapnya sambil mempersilakan kepada pihak Bank BJB untuk menyanggah pendapatnya.

Askun mengingatkan keras kepada Bank BJB tidak bisa melayani nasabah dengan prima sesuai slogannya dan tidak humanis maka diprediksi tidak lama lagi bank itu ditinggal lari para nasabahnya.

“Saya pikir kepada para pejabat Pemkab Karawang, apakah mau berdiam diri ketika melihat nasabah yang notabenenya masyarakat Karawang diperlakukan seperti itu? Tarik tuh semua duitnya (Kas APBD) pindahkan ke bank lain,” pungkasnya. ( red )

Pemprov Jabar Koordinasi Dengan Pemkab Karawang Dan Pelaku Usaha

karawangbicara.id | Tegaskan penataan tambang dan kabel udara, pemprov Jabar koordinasi dengan Pemkab Karawang dan pelaku usaha.

Pemerintah propinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi strategis terkait penataan tata kelola tambang dan rencana penataan kabel udara di wilayah Jawa Barat. diruang balai pakuan, Senin ( 27/04/2026 ).

Pertemuan ini fokus menyoroti kepatuhan operasional industri di wilayah kabupaten Karawang guna memastikan ketertiban insfrastruktur dan perlindungan aset daerah.

Bupati Karawang hadir didampingi sekretaris daerah Karawang, kepala bapenda Karawang, kadis PUPR, kadis DLHK, Kadishub dan unsur kecamatan pangkalan, kepala desa Tamansari serta unsur terkait.

"Ada dua masalah utama yang harus segera dibenahi, perusahaan semen menggunakan bahan baku dan aktivitas angkutan besarnya melewati jalan propinsi, tegas gubernur dalam arahannya.

Pemerintah propinsi Jawa Barat menegaskan bahwa investasi harus berjalan selaras dengan pemeliharaan insfrastruktur dan kepatuhan terhadap tata ruang. Rapat ini adalah sinkronisasi kebijakan antara pemprov Jabar dan Pemkab Karawang untuk memastikan perusahaan bertanggung jawab penuh atas dampak operasional mereka dilapangan. ( par )

Senin, 27 April 2026

TRAGIS : Mayat Laki Laki Tersangkut Di Jembatan Sungai Kw 6 Karawang Barat

KARAWANG | Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan tersangkut di area KW 6 Karawang pada Minggu (26/4/2026).

Proses evakuasi yang berlangsung dramatis tersebut memakan waktu sekitar satu jam akibat posisi jasad yang sulit dijangkau dan kondisi arus air yang menyulitkan petugas di lapangan.

Kanit Basarnas Karawang, Sigit Haryanto, mengonfirmasi bahwa korban berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam posisi tersangkut setelah dilakukan penyisiran intensif sejak pagi tadi.

Menurutnya, meskipun jasad sudah berhasil diangkat ke darat, petugas belum bisa memberikan keterangan rinci mengenai identitas maupun ciri-ciri khusus korban.

Sigit menjelaskan bahwa kondisi fisik jenazah saat ini cukup sulit untuk dikenali secara kasat mata setelah berada di dalam air selama dua hari pencarian. Hal ini membuat tim SAR tidak dapat berspekulasi mengenai ciri-ciri pelaku yang sebelumnya dilaporkan menceburkan diri setelah membawa kabur motor korban.

Terkait kepastian status dan identitas jasad tersebut, pihak Basarnas telah berkoordinasi dengan kepolisian. Saat ini jasad telah dibawa untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis guna mencocokkan data dengan laporan awal kejadian di Desa Bengle, Majalaya. 

Proses penyelidikan kini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian sambil menunggu hasil pemeriksaan medis.(Jr) 

Peringatan Hari OTDA Ke - 30 Tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2026

karawangbicara.id | Pemerintah kabupaten Karawang menggelar apel peringatan hari otonomi daerah ( OTDA ) ke - 30 yang mengusung tema" dengan otonomi daerah kita wujudkan Asta Cita" peringatan tersebut dilaksanakan di plaza Pemda pada Senin ( 27/04/2026 ).

Bertindak selaku pembina apel, bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menekankan bahwa peringatan OTDA bukan hanya sekedar seremonial tapi juga menjadi titik balik untuk mereflesikan diri sejauh mana dampak nyata pelaksanaan otonomi daerah bagi kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan responsif.

Kita terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan responsif. Pemerintah daerah harus menjadi motor penggerak pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.' ujarnya

Pada kesempatan tersebut Bupati Aep juga membacakan sambutan menteri dalam negeri RI M. Tito Karnavian ia menyebutkan bahwa capaian pelaksanaan otonomi daerah ke - 30 tahun menjadi pijakan untuk terus mengotoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik di tengah tantangan dan dinamika yang ada.

"Kita harus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar tingkatan pemerintahan untuk memastikan prioritas dan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.' ujarnya

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pemerintahan harus tetap memperhatikan prinsip efesiensi dan penghematan anggaran sesuai dengan arahan presiden RI.

Sebagai penutup, bupati Aep mengajak seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras dalam menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif.

Mari kita jadikan otonomi daerah sebagai sarana untuk menghadirkan pemerintahan yang semakin dekat, semakin melayani dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karawang.' tutupnya ( par )
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done